
Hajar Aswad - Batu Hitam Surga yang Mulia
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut Ka'bah dan menjadi titik awal tawaf. Diyakini sebagai batu dari surga yang dibawa Malaikat Jibril AS kepada Nabi Ibrahim.
Tim Redaksi Beritahaji
23 February 2026
Tentang Hajar Aswad
Hajar Aswad (الحجر الأسود) yang berarti 'Batu Hitam' adalah batu mulia yang terletak di sudut tenggara Ka'bah, sekitar 1,5 meter dari lantai tanah. Batu ini menjadi salah satu elemen paling suci dan ikonik di Masjidil Haram Makkah.
Asal Usul Hajar Aswad
Menurut hadits Rasulullah SAW: 'Hajar Aswad turun dari surga dalam keadaan lebih putih dari susu, namun dosa-dosa anak Adam menjadikannya hitam.' (HR. Tirmidzi)
Batu ini dibawa oleh Malaikat Jibril AS kepada Nabi Ibrahim AS saat beliau membangun Ka'bah. Nabi Ibrahim meletakkannya di sudut Ka'bah yang kini disebut Rukun Al-Aswad.
Kondisi Hajar Aswad
Hajar Aswad saat ini terdiri dari 8 fragmen yang tersimpan dalam bingkai oval dari perak. Panjang keseluruhan sekitar 30 cm. Batu ini pernah mengalami kerusakan akibat serangan kelompok Qaramitah pada tahun 930 M dan sempat hilang selama 22 tahun.
Ritual Mencium Hajar Aswad
Disunahkan bagi jamaah untuk mencium, mengusap, atau menunjuk ke arah Hajar Aswad setiap kali melewatinya saat tawaf. Rasulullah SAW mencium Hajar Aswad dan berkata: 'Demi Allah, aku tahu engkau hanyalah batu yang tidak memberi manfaat maupun mudharat, tetapi aku melihat Rasulullah SAW menciummu maka aku pun menciummu.' (Umar bin Khattab RA)
Cara Mencium Hajar Aswad
- Sangat sulit mencium langsung terutama saat ramai
- Boleh hanya mengusap dengan tangan jika bisa menjangkau
- Boleh hanya menunjuk dengan tangan dari kejauhan jika tidak bisa mendekati
- Jangan sampai menyakiti atau berdesak dengan jamaah lain
Tarif dan Akses
- Akses: Gratis (bagian dari Masjidil Haram)
- Antrian Mencium: Bisa sangat lama, terutama saat musim padat
- Waktu Terbaik: Dini hari (pukul 02.00-04.00) untuk antrian lebih pendek


