Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) telah berhasil merampungkan program bimbingan manasik haji terintegrasi yang menjadi salah satu pilar utama kesiapan jamaah haji Indonesia tahun 2026. Program ini dirancang untuk memastikan setiap jamaah memahami tata cara ibadah haji yang benar sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Format Manasik Terintegrasi yang Baru
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bimbingan manasik tahun ini menggunakan format terintegrasi yang menggabungkan sesi tatap muka di tingkat kabupaten/kota dengan modul digital yang dapat diakses kapan saja. Pendekatan hybrid ini memungkinkan jamaah untuk belajar sesuai jadwal dan kecepatan mereka masing-masing.
Materi Komprehensif
Materi manasik mencakup rukun dan wajib haji, tata cara tawaf dan sa'i, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, serta pelemparan jumrah. Selain itu, jamaah juga mendapat pembekalan tentang kesehatan perjalanan, tata cara berpakaian ihram, dan panduan keselamatan di tempat-tempat padat.
Perhatian Khusus pada Jamaah Lansia
Mengingat proporsi jamaah lansia yang cukup besar dalam kuota Indonesia, Kemenhaj memberikan perhatian khusus pada program istithaah (kemampuan fisik) dan mekanisme tanazul-murur yang memungkinkan jamaah dengan kondisi tertentu untuk mendapat kemudahan dalam pelaksanaan ibadah. Program pendampingan khusus juga tersedia bagi jamaah berusia di atas 70 tahun.
Aplikasi Digital Siaga
Jamaah haji Indonesia 2026 akan dilengkapi dengan akses penuh ke aplikasi Haji Pintar yang memuat jadwal kegiatan, peta kawasan, nomor darurat, dan informasi cuaca real-time di Arab Saudi. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan sistem pemantauan Kemenhaj untuk memudahkan koordinasi jika ada situasi darurat.

